Menurut Saifuddin, jika AHY sebagai cawapres, Demokrat berharap muncul efek ekor jas. Namun hal itu tak lagi jadi prioritas mereka.
“Saat ini fokusnya adalah mempertahankan jangan sampai kehilangan kursi, dan lebih bagus lagi jika jumlah kursi Demokrat bertambah,” kata dia. "Hal ini akan lebih penting dibanding siapa yang terpilih jadi presiden.”
Apabila jumlah kursi meningkat, daya tawar Demokrat semakin tinggi dalam penyusunan kabinet. Bahkan jatah memimpin komisi di parlemen pasti diprioritaskan.
Saifuddin menilai, pilihan Demokrat mendukung Prabowo lebih realistis dibandingkan mendukung bacapres dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Sebab hubungan antara SBY dan Megawati kurang harmonis.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu Sugiono