"PSI selama ini memang terkesan berada dalam "kendali" Jokowi. Indikasi itu terlihat dari tegak lurusnya PSI terhadap kehendak Jokowi. Bahkan untuk menentukan capres saja masih menunggu lampu hijau dari Jokowi," kata Jamiluddin.
Jamiluddin menambahkan, meskipun Jokowi tidak ada dalam struktur organisasi PSI, namun Jokowi merupakan pemain pada catur politik internal PSI.
"Jadi, meskipun Jokowi tidak ada di struktur PSI, namun "kekuasaannya" terkesan merasuk ke internal partai anak muda tersebut. Jokowi seolah "pengendali" bagi petinggi PSI dalam mengambil kebijakan strategis," kata Jamiluddin.
"Oleh karena itu, masuknya Kaesang di PSI seolah memformalkan trah Jokowi di partai tersebut. Kaesang menampakkan diri sebagai simbol legitimasi kekuasaan trah Jokowi di PSI," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026