"Kami ingin menguji hasil survei tersebut karena kami menemukan adanya kejanggalan-kejanggalan," ucapnya.
Dirinya mengaku hasil survei tersebut bertolak belakang dengan realita dan fakta lapangan yang mereka dapatkan.
"Karena kita ketahui Sumut merupakan provinsi yang heterogen, memiliki suku agama, ras, golongan dan budaya yang sangat beragam. Tentunya tidak ada satu bakal capres yang sangat superior ataupun yang sangat inferior, " katanya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?