NARASIBARU.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon sempat dilematis. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bertentangan dengan ilmu yang dia pelajari di Fakultas Hukum.
Walau putusan itu melempangkan jalan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka jadi cawapres, Jansen sempat berharap tidak terjadi.
“Mungkin akan rumit keadaan ke depan ini. Ketika hati, pikiran, dan nilai-nilai yang dipegang-diyakini selama ini akan tabrakan dengan keadaan yang akan terjadi,” cuit Jansen di akun Twitternya tak lama setelah MK membacakan putusan gugatan batas usia capres-cawapres.
“Benar jalannya hari ini sudah dibuka namun semoga jalan ini tidak jadi diambil pak. Demi kebaikan dan juga gugurkan segala tuduhan,” pintanya.
Faktanya, Prabowo Subianto tetap memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Presiden Jokowi pun merestui putranya jadi wakil Prabowo pada Pilpres 2024.
Jansen tak punya pilihan lain. Ikut mendukung Prabowo-Gibran atau keluar dari Partai Demokrat.
Jansen yang rajin mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam perjalanannya akhirnya pamit melalui akun Twitter, Senin 23 Oktober 2023. Berikut pernyataan lengkapnya:
PARA SAHABATKU, AKU NYUWUN PAMIT:
Artikel Terkait
Strategi Politik Jokowi 2029-2034: Dukungan ke PSI Kaesang & Gibran
Kritik Dokter Tifa: Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Playing Victim, Ini Analisis Lengkapnya
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno: Pertemuan Malam Bahas Pemilu dan Hukum
Gatot Nurmantyo Dikritik Petisi Ahli: Pernyataan Adu Domba Kapolri-Presiden Melemahkan Polri