Besarnya pengaruh dan kuasa Presiden Jokowi, kata Dedi, bahkan membuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kehilangan sikap kesatrianya.
"Dan memprihatinkannya, Prabowo yang seharusnya menjadi kesatria justru terlibat dalam tindakan nepotis ini,” kata Dedi.
Dedi melihat, bukan cuma perkara intervensi putusan Mahkamah Konstitusi (MK), namun Presiden Jokowi juga membiarkan anak buahnya terlibat kampanye politik. Padahal jelas-jelas Jokowi menginstruksikan agar pejabat bersikap netral.
”Dengan adanya anggota kabinet, Raja Juli Antoni, Bahlil Lahadalia, Budi Arie, dan lainnya dalam aktivitas kampanye Gibran, itu sudah jelas bahwa presiden menjadi sumber masalah,” demikian Dedi
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah