"Bapak pasang tengah malam, sekarang masih ada caleg yang bergerak. Kalau bapak yang pasang, oh polisi yang pasang. Polisi pakaian preman, tapi kan masyarakat itu tahu, umpamanya," ujar dia.
"Mohon diklarifikasi. Kalau betul diakui saja baru minta maaf ke masyarakat supaya tidak diulang lagi. Namanya manusia bisa salah, polisi bisa juga salah," sambungnya.
Di sisi lain Safaruddin juga mengungkapkan keheranannya. Katanya, kok baliho PSI bisa begitu banyak di daerah.
"PSI kan memang jadi bingung juga kita. PDIP itu kan sudah sekian puluh tahun jadi parpol, anak ranting sudah terbentuk sampai RT RW. Tapi dalam satu kecamatan hanya bisa memasang sekian baliho," katanya.
"PSI baru saja terbentuk sudah masang 5.000 (baliho) per kecamatan. Menurut di koran," tutup dia.
Terkait pertanyaan ini, Fadil Imran belum memberikan jawaban. Rapat diskors untuk istirahat makan siang.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah