“Itu sampai dia kita panggil ke kantor itu enggak datang. Kita usulkan pergantian sama DPP, DPP mengganti, apa persoalannya. Semua berdasarkan AD/ART, mereka diwajibkan mengadakan Kopdarda dalam satu tahun sekali minimal, ini enggak pernah mereka lakukan semenjak mereka memegang PSI, komunikasinya susah," sambung Nezar.
Sang Ayah Dukung Anies
Tak cuma soal komunikasi yang susah, Nezar juga menyinggung soal ayah Samuel yakni Horas Sianturi yang membelot dukung Anies-Cak Imin. Padahal Horas adalah kader PSI. PSI sudah jelas mendukung Prabowo-Gibran di 2024.
“Ditambah lagi bapaknya itu si horas caleg kota, tapi dia menjadi relawan Anies. Mengatasnamakan gereja. Kan sudah enggak searah dengan perjalanan partai," jelas dia.
Meski dia menyebut, hal ini bukan faktor utama pencopotan Samuel dari jabatannya.
“Namun, kita enggak ada urusan sama si Horas, kita urusan sama si Samuel, dia enggak bekerja, ya kita ganti," ujarnya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?