Sebelumnya, Cak Imin mengungkapkan bahwa setelah Pemilu 2019, Jokowi sebenarnya telah menjanjikan kepadanya jabatan Menteri Pertahanan.
Namun, menurut Cak Imin, jabatan tersebut akhirnya diberikan kepada Prabowo Subianto, yang kemudian bergabung dengan koalisi Joko Widodo.
Pernyataan Muhaimin muncul sebagai tanggapan terhadap pertanyaan politisi PAN, Yandri Susanto, yang mempertanyakan konsistensi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB yang berada dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo, namun mengusung narasi perubahan di Pemilihan Presiden 2024.
Muhaimin menjelaskan bahwa PAN sendiri sebelumnya juga berada di luar koalisi Jokowi, namun akhirnya bergabung dalam koalisi tersebut. Ia menekankan fleksibilitas dalam dinamika koalisi politik yang terjadi.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra
Rustam Effendi Ungkap Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati dengan Eggi Sudjana yang Bisa Balik Badan
NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat Usai Deklarasi & Usung Anies Baswedan: Pilpres 2029 Masih Lama
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi: Diplomasi Tingkat Tinggi untuk Restorative Justice