Sementara itu, Denny Indrayana menjelaskan kalau Sandiaga Uno dialihkan ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Santer diberitakan bahwa mantan kader Partai Gerindra ini gabung partai berbasis Islam ini dan nantinya akan diarahkan menjadi cawapres Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan (PDIP).
“Sandi sekarang kita sama-sama tahu gerakannya kepada PPP. Dengan membawa PPP yang berwarna Islam dan Pilpres 2019 yang memang basisnya adalah soal-soal kelompok Islam, maka itu diharap bisa melengkapi kondisi PDIP dan PPP,” katanya.
Cerita serupa namun tidak sama juga dimiliki Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra ini awalnya siap berdeklarasi capres-cawapres bersama dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar.
Namun, diduga ada kesalahpahaman yang membuat Prabowo Subianto justru lebih condong ke arah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
“Itu sebabnya setelah pencapresan Ganjar oleh Bu Mega, pada hari lebaran pertama kita melihat pertemuan Jokowi dan Prabowo, dan hari lebaran kedua yang ditemui adalah Aburizal Bakrie dan Airlangga Hartarto. Kita lihat sekarang pernyataan-pernyataan Golkar yang sudah satu Frekuensi dengan Gerindra,” kata Denny Indrayana.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu Sugiono