NARASIBARU.COM - Tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yogyakarta, Syukri Fadholi membeberkan intervensi negara terhadap partai berlambang Kabah agar tidak mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Ketua PPP Khittah DIY ini mengungkapkan pada tahun 2021 saat Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menggelar acara PPP di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, mendatangkan Anies Baswedan. Ribuan kader PPP hadir dalam acara tersebut. Begitu juga Anies Baswedan juga hadir.
Syukri mengungkapkan, sangat mungkin melihat fenomena itu, rezim ada kekhawatiran PPP mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. “Sangat mungkin, saya meyakini bahwa rezim penguasa ada kekhawatiran kepada Manoarfa bahwa rencana di balik pengamatan pemerintah, Manoarfa akan berbelok ke Anies Baswedan,” jelasnya kepada KBA News, Rabu, 17 Mei 2023.
Tak lama berselang, muncul desain agar Suharso Monoarfa diganti dengan Plt Mardiono dalam Mukernas di Banten. “Kemudian, agar tidak punya kekecewaaan, Manoafa diikat tetap menjadi pejabat penting (Kepala Bappenas) salah satunya mengurusi megaproyek IKN. Tujuannya supaya diam,” jelasnya.
Mantan Ketua DPW PPP DIY ini mengungkapkan, apa yang terjadi saat itu merupakan pengamatan riil. “Suharso Manoarfa tetap dipertahankan pemerintah, agar PPP tetap dikendalikan oleh negara penguasa,” ungkapnya.
“Artinya, sesungguhnya yang terjadi dalam dinamika PPP ini karena hampir bisa dipastikan bahwa elite politik PPP saat ini sudah tidak lagi mengedepankan asas Islam, misi dan khittah partai,” jelasnya.
Artikel Terkait
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra
Rustam Effendi Ungkap Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati dengan Eggi Sudjana yang Bisa Balik Badan
NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat Usai Deklarasi & Usung Anies Baswedan: Pilpres 2029 Masih Lama
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi: Diplomasi Tingkat Tinggi untuk Restorative Justice