Winda panggilan akrabnya mengatakan Panwascam Beji terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan beberapa hal yaitu identifikasi kerawanan.
Baca Juga: Cara Login Primary Care BPJS Kesehatan Khusus Faskes
Seperti tidak memberikan STTP atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan),
money politic atau pembagian sembako, bahan kampanye tidak sesuai aturan, dan keterlibatan ASN atau Aparatur Sipil Negara.
"Kami juga melakukan kegiatan partisipasi masyarakat, baik berupa sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif Masyarakat yang sasarannya adalah kader PKK, Karang Taruna, OKP se-Kecamatan Beji, dan Perwakilan Siswa SMA/SMK kelas 12 (pemilih pemula) se-Kecamatan Beji," kata Winda.
Kemudian Panwascam Beji juga melakukan koordinasi dengan aparat keamanan baik dengan Polsek Beji dan Koramil Beji.
Baca Juga: Kota Depok Raih Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik, Imam Budi Hartono: Peringkat Satu
Kemudian pencegahan melalui publikasi kegiatan di sosmed atau sosial media seperti Instagram dan Facebook.
"Kami Panwascam Beji kerjasama dengan Polsek Beji dan Koramil Beji.
Panwascam Beji telah melakukan pengawasan kampanye yang tersebar di 6 Kelurahan," tuturnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: beritautama.co.id
Artikel Terkait
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Susno Duadji: Ini Klarifikasi Resmi Istana
Said Didu Bongkar Pertemuan 4 Jam dengan Prabowo: Sepakat Hancurkan Oligarki & Geng SOP
Strategi Politik Jokowi 2029-2034: Dukungan ke PSI Kaesang & Gibran
Kritik Dokter Tifa: Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Playing Victim, Ini Analisis Lengkapnya