NARASIBARU.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bicara soal potensi Indonesia untuk dapat menjadi negara maju. Menurutnya, selama mengamati perkembangan dan situasi dari waktu ke waktu, semakin meyakinkan dirinya bahwa Indonesia merupakan negara kaya raya.
"Negara kita demikian besarnya, demikian kayanya, demikian penuh dengan potensi," kata Prabowo saat bertemu dengan relawan Jokowi wilayah Jateng dan Jatim serta Gibran Rakabuming Raka di Omah Semar, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (19/5).
"Tapi juga karena kaya dan karena penuh potensi kita selalu dalam sejarah kita kita selalu diganggu, kita selalu diambil kekayaan kekayaan kita, kita selalu diadu domba dan dipecah belah, ini adalah sejarah kita, ratusan tahun," sambung capres dari Partai Gerindra itu.
Prabowo mengatakan, politik yang digunakan untuk memecah belah bangsa Indonesia itu adalah Devide et Impera yakni politik pecah belah atau adu domba. Ilmu itu, kata Prabowo, yang digunakan oleh bangsa lain untuk menguasai sumber-sumber strategis Indonesia selama ratusan tahun.
Namun demikian, lanjut dia, bukan berarti karena hal tersebut, bangsa Indonesia harus membenci bangsa lain. Prabowo mengaku kerap mengajak rekan-rekannya untuk tidak membenci orang asing, tetapi justru belajar dari mereka.
Kita harus belajar dari mereka, tapi kita juga jangan naif jangan terlalu lugu, kalau terlalu lugu saya kira kita akan jadi korban terus.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026