Positioning politik Anies saat ini, kata Kamhar, semakin menegaskan bahwa yang paling tepat menjadi pendamping Anies adalah figur yang tak hanya berkontribusi secara elektoral untuk memberikan peluang terbesar kemenangan. Tapi sekaligus menjadi representasi aspirasi perubahan dan perbaikan.
"Figur yang sama dengan Mas Anies sebagai pemimpin perubahan. Bicara 'perubahan', salah satu kriteria utamanya bukan 'Jokowi's Men'. Jadi kami memaknai efek kejutnya dalam pengertian positif yang semakin menebalkan dan menegaskan komitmen perubahan dan perbaikan. Bukan sebaliknya, efek kejut negatif yang bersanding dengan komprador penguasa saat ini," paparnya.
Menurut Kamhar, sejauh ini ada sejumlah figur yang dinilai tepat dan memenuhi kriteria seperti yang telah disepakati dalam piagam kerja sama tiga partai. Salah satunya adalah Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Salah satu dan yang terutama bagi kami sesuai aspirasi segenap kader tentunya Mas Ketum AHY. Ini pasangan ideal yang bisa menjadi dwi-tunggal. Namun semuanya dikembalikan kepada Mas Anies. Keputusan itu ada di Mas Anies. Kami menghormati itu," tutup Kamhar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026