"Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan semau-maunya saja. No, no, and no," kata Megawati dalam pidatonya.
Selanjutnya, ia menekankan setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Hukum tak boleh pandang bulu.
Mega mengaku miris para elit yang sudah berkelakuan hari ini mulai melupakan akar rumput. Mereka rakyat yang masih hidup dalam ketidakadilan.
"Yang namanya wong cilik yang masih sengsara yang tidak berkeadilan," ucap dia.
Peringatan HUT ke-51 PDIP digelar sederhana di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta. PDIP hanya mengundang 51 tokoh VVIP.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah