“Itu untuk memanfaatkan momentum. Mereka mengharapkan ada pikiran yang memungkinkan mereka merasa berguna di politik hari ini, bukan berguna untuk dirinya, tapi berguna untuk melakukan perubahan,” kata Rocky.
“Jadi mahasiswa hari ini berpikiran, kalau kritik Jokowi itu gampang saja, seperti satire. Tapi mereka ingin menitipkan atau menguji gagasan mereka itu kepada capres-capres yang beredar itu, baik Anies mapun Ganjar,” sambungnya.
Maka dari itu, Rocky menganggap percuma jika rezim masih menggunakan cara peretasan untuk membungkam kritik yang disampaikan oleh para mahasiswa.
Justru, ia meyakini akan ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok muda ini untuk menciptakan perubahan dalam politik hari ini.
“Karena ada gerakan ketiga yang bukan gerakan koalisi, gerakan partai politik. Tapi ini gerakan kampus,” demikian Rocky menambahkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah