"Dan terjadi konflik internal perebutan Ketua Umum PPP, antara Ketum yang baru dengan mantan ketua umum lama yang di kabinet Suharso Monoarfa. Jadi secara kultural, pengaruh para kiai dan trah tokoh-tokoh PPP luntur," kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/3).
Sehingga kata Muslim, runtuhnya marwah kiai dan tokoh di mata rakyat menjadi penyebab gagal suara elektoral PPP untuk memenuhi parliamentary threshold.
"Bisa juga ditambah dengan kiprah PPP yang seharusnya berada di garda terdepan untuk kasus-kasus yang menimpa umat, PPP malah tidak peduli dan gubris," pungkas Muslim.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?