"Ya prosesnya, lebih banyak di prosesnya. Penyelenggaraannya justru aman-aman saja. Proses menurutku [yang paling buruk]," ujarnya dikutip dari YouTube Keep Talking, dikutip Minggu (31/3/2024).
Lebih lanjut, pria yang disapa JK ini juga menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mengurus Pemilu 2024 banyak bermasalah. Menurutnya, Indonesia tidak mempercayai kepada sistem digital dalam penghitungan suara pemilu. Namun, digitalisasi juga diterapkan bersamaan dengan sistem manual dalam proses rekapitulasi suara.
"Yang kita percaya manual, tapi dipercaya juga sistem komputer. Jadi lebih rumit itu," ujarnya.
JK pun mengaku telah mengusulkan pemilu dikembalikan kembali ke sistem proporsional tertutup seperti pada Pemilu 1999.
Diberitakan sebelumnya, JK menilai sistem yang juga dikenal dengan sebutan coblos partai itu, akan melahirkan calon legislatif yang lebih berkualitas karena melewati mekanisme seleksi partai.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026