Ia pun akan dengan keras menentang jika Anies-Muhaimin mendapat tawaran gabung pada koalisi pemerintahan.
Refly menyebut apa yang namanya ujian itu ketika kita sedang berkuasa yang punya akses. Tetapi tidak semua juga begitu, ada yang memang ingin berjuang untuk pemilu yang jujur, adil dan demokratis.
“Kalau Anies atau Muhaimin bergabung dengan pemerintahan saya katakan mereka pengkhianat,” kata Refly dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, Kamis, (25/4/2024).
Refly mengatakan hal tersebut bukan tanpa sebab. Ia menilai, karena Anies-Muhaimin merupakan pasangan yang maju di Pilpres 2024 dan didukung oleh berjuta-juta masyarakat Indonesia. Saat itu banyak masyarakat yang rela berpanas-panasan, mengeluarkan biaya dan berkorban tenaga agar Anies-Muhaimin bisa menjadi pemimpin.
Namun, sambung Refly, dalam kontestasi Pilpres 2024, Anies - Muhaimin kalah. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu bahkan meyakini Pilpres 2024 diwarnai kecurangan. Keduanya bahkan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstiitusi (MK).
Oleh karena itu tidak tepat jika Anies Muhaimin memilih bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Mereka (Anies - Muhaimin) didukung oleh orang-orang yang berpanas-panasan, mengeluarkan biaya dan lain sebagainya untuk melihat mereka menjadi pemimpin, dan mereka meyakini bahwa Pemilu itu curang securang-curangnya kalau pakai istilah gentong babi,” ujarnya.
Pakar hukum tata negara ini menyampaikan hal yang sama di akun youtube Sindonwstv, Rabu (23/4/2024).
“Saya katakan misalnya pemerintahan yang baru mengajak saya masuk, saya tolak hari ini juga,” tegasnya. “Tapi saya tidak bisa melarang Anies, Muhaimin, Nasdem gabung ke pemerintahan,” imbuhnya.
“Tapi saya akan bilang ke Anies, eh anda sudah dibantu, ditolong, suport banyak orang yang berharap Indonesia akan lebih baik. Kalau anda gabung dengan pemerintahan anda menjadi pengkhianat,” tandasnya.
Refly tegaskan lagi, “Ini dengar ya Anies dan Muhaimi kalau anda gabung dengan pemerintahan, tidak mau jadi oposisi anda pengkhianat. Sederhana kan?” paparnya.
Nasdem
Diiketahui saat menggelar pertemuan tertutup dengan Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024) sore, Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan pihaknya siap memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung jalannya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga:
Dramatis, Indonesia Melaju ke Semifinal Piala Asia U-23 Usai Kalahkan Korea Lewat Drama Adu Pinalti
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026