NARASIBARU.COM - Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo lantang berpidato dalam acara konsolidasi di Kantor DPD PDIP Banten, pada Sabtu (27/5/2023). Di hadapan ribuan kader dari tingkat DPD, DPC, ranting, anak ranting, hingga sayap, ia membahas soal kekalahan partainya di masa lalu.
Ia menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDIP yang sudah dua kali kalah di Banten. Tepatnya saat pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Sementara itu, Prabowo Subianto dan partainya, Gerindra, katanya lebih lanjut, selalu menjadi juara di wilayah tersebut.
"Nggak usah suit-suit, kemarin (saat Pilpres 2014 dan 2019 di Banten, Jokowi serta PDIP) kalah kok," kata Ganjar dengan lantang saat menghadiri acara di Kota Serang itu.
Tak hanya itu, PDIP bahkan ditinggal oleh partai politik (parpol) dan peserta di Pilkada Cilegon pada tahun 2020 lalu. Padahal di pemerintah pusat, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri ini menang serta menggandeng Presiden Jokowi.
Adapun saat Pilpres 2019, PDIP yang mengusung pasangan Jokowi-Maruf Amin menerima sebanyak 38,48% atau 2.530.608 suara di Banten. Sementara lawan mereka, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno jauh lebih unggul dengan perolehan sebesar 61,52% atau 4.045.338 suara.
Dalam pidatonya, Ganjar juga mengatakan bahwa kekalahan di masa lalu itu perlu dijadikan pelajaran. Ia lantas meminta para kader PDIP tidak boleh cengeng atau menangis. Menurutnya, PDIP harus seperti banteng yang terus bangkit meski berkali-kali dibantai oleh lawannya.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026