Rommy melanjutkan, presiden merupakan pejabat politik, bahkan pejabat superpolitik karena dipilih dan dicalonkan partai politik, kemudian rakyatlah yang menentukan kemenangannya. Oleh sebab itu bukan suatu masalah jika akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki jagoannya.
Justru, Rommy mempertanyakan kenapa ketika seorang Jokowi menentukan sikap untuk endorse tertentu malah tidak diperbolehkan.
"Ketika presiden kumpulkan enam parpol, presiden punya preferensi, loh 2019, presiden calonkan diri, kan presiden dicalonkan parpol. Artinya presiden betul-betul meletakkan 'pilih saya' dan itu didorong parpol," pungkasnya.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo, Staf Bersihkan Sepatunya
Target PSI 2029 di Jawa Tengah Dinilai Mimpi, Ini Analisis Pengamat Politik
Roy Suryo Bongkar Klaim Eggi-Damai Bawa Misi TPUA ke Jokowi: Pengurus Inti Membantah