NARASIBARU.COM - Kesan yang muncul bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dipengaruhi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, diyakini akan terkikis dengan eksistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pengamat Citra Institute, Efriza menilai, komunikasi yang cukup intens akan terjadi setelah Ketua Umum PDIP bertemu dengan Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, pada momen Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah lalu.
"Jika Prabowo menempatkan PDIP di pemerintahan, maka Prabowo ditengarai memilih konsekuensi mengecilkan pengaruh Jokowi, agar pemerintahan Prabowo tidak direcoki oleh Jokowi," ujar Efriza kepada RMOL, pada Kamis, 17 April 2025.
Apalagi, dalam pengamatan Efriza, isu perombakan Kabinet Merah Putih tengah ramai. Dan bukan tidak mungkin akan benar-benar terjadi.
Efriza memperkirakan adanya peluang PDIP bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo, yang menjadi awal dari proses menyingkirkan menteri-menteri yang terafiliasi dengan Jokowi.
"Maka jika PDIP bergabung otomatis akan ada pergeseran dan perhitungan kembali pembagian jatah menteri sebagai konsekuensi dari dukungan PDIP terhadap Prabowo," demikian Efriza.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Tragedi Siswa SD di Ngada: Ujian Berat Janji Pendidikan Gratis di Indonesia
Masa Depan PSI Tanpa Jokowi: Analisis Tantangan Figur Kaesang & Prediksi Elektabilitas
Prabowo Subianto Bebas Pilih Cawapres 2029: Gibran Bukan Satu-satunya Opsi
Gerindra Serukan Prabowo 2 Periode Tanpa Gibran: Analisis Dinamika Koalisi & Peluang Pilpres 2029