"Hidup ibarat siklus roda pedati yang berputar. Hari ini boleh dianggap barangkali ah kurang pas ini, Bung Surya dan NasDem-nya karena mengusung Anies Baswedan. Mungkin tidak selamanya begitu, saya berpikir dalam hal positif thinking," tegas Surya Paloh.
Seperti diketahui, Partai NasDem belakangan ini seolah dibuang oleh Presiden Jokowi. NasDem terkesan tak dianggap lagi sebagai partai koalisi pemerintah.
Sikap Jokowi terhadap NasDem itu berubah drastis pasca Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) 2024.
Eks Wali Kota Solo itu disebut-sebut tak suka kalau NasDem mencapreskan Anies yang dianggap sejumlah pihak sebagai oposisi pemerintah.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah