Menurut Wasekjen Demokrat itu, Puan-AHY tidak akan membangun tembok, yang terjadi adalah kedua pemimpin muda itu akan mendirikan jembatan persatuan untuk Indonesia.
Namun demikian, ujar Didik, Demokrat tetap meminta Anies untuk segera mengumumkan pasangannya. Tetapi, ini bukan sebuah langkah mengintervensi haknya sebagai capres.
"Karena kami sudah sepakat untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Mas Anies untuk memilih calon wakil presiden (cawapres)," kata Didik, mengutip keterangan Sekjen Demokrat.
Yang ingin dilakukan, tambahnya, adalah memberikan kesempatan kepada pasangan capres-cawapres agar tidak tertinggal dalam kompetisi.
"Harapan kami agar Anies cepat, agar dapat mengkonsolidasikan kembali, agar dapat memenangkan Pemilu 2024," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?