Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya

- Rabu, 21 Januari 2026 | 06:50 WIB
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya

Restrukturisasi utang Whoosh melibatkan pertimbangan yang kompleks. AHY menyebutkan bahwa aspek keamanan fiskal dan hubungan dengan mitra dari Tiongkok menjadi faktor kunci.

"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelasnya.

Koordinasi dengan Seluruh Pemangku Kepentingan

Proses ini melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danareksa, serta PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di KCIC.

Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat

Sebagai langkah konkret, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini tidak hanya akan menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya di masa depan.

Profil Proyek Kereta Cepat Whoosh

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dibangun dengan total investasi mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank.


Halaman:

Komentar