Restrukturisasi utang Whoosh melibatkan pertimbangan yang kompleks. AHY menyebutkan bahwa aspek keamanan fiskal dan hubungan dengan mitra dari Tiongkok menjadi faktor kunci.
"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelasnya.
Koordinasi dengan Seluruh Pemangku Kepentingan
Proses ini melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danareksa, serta PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di KCIC.
Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat
Sebagai langkah konkret, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini tidak hanya akan menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya di masa depan.
Profil Proyek Kereta Cepat Whoosh
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dibangun dengan total investasi mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank.
Artikel Terkait
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025
Makin Pede! Menkeu Purbaya Pamer Topi “8%”