Satu galon air isi ulang asli dengan brand tersebut dihargai Rp 18.000, supplier hanya mengambil keuntungan Rp 2.000 tiap pcsnya.
“Keuntungannya ya jadi turun, masalahnya kebutuhan pokok saat merangkak naik,” tuturnya.
Ia menambahkan, Distributor (pemasok supplier) sudah tidak lagi menerima pembelian di bawah 100 pcs. Karena penjualannya juga sepi sementara ia harus menggaji para karyawan.
“Sudah pembeli sepi, pemasok juga nggak nerima pembelian sedikit. Ini juga sulit bagi kami,” terangnya.
Sumber: gresik1
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara