Dengan 51,2% saham PTFI yang saat ini sudah dimiliki oleh Pemerintah Indonesia melalui MIND ID, kontribusi PTFI kepada perekonomian negara mencapai 4-5 miliar dolar AS setiap tahun. Pada 2022, kontribusi PTFI mencapai 55 triliun rupiah, dengan 8,7 triliun rupiah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika, lokasi tambang PTFI.
Dalam upaya mendukung program hilirisasi nasional, PTFI mendanai proyek ekspansi PT Smelting yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (14/12). PT Smelting yang merupakan pabrik peleburan tembaga pertama yang dibangun di Indonesia kini mampu mengolah 1,3 juta ton konsentrat tembaga hasil produksi tambang PTFI.
Di samping itu, pembangunan Smelter PTFI di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Manyar senilai 43 triliun rupiah juga ditargetkan akan selesai konstruksi fisiknya pada akhir tahun 2023. Dengan ekspansi PT Smelting dan operasional penuh Smelter PTFI di Manyar tahun depan, PTFI akan mampu memurnikan seluruh konsentrat tembaga di dalam negeri.
“PTFI berkomitmen mendukung hilirisasi tambang Indonesia dengan ambisi untuk memproses seluruh konsentrat tembaga di dalam negeri, yang pada akhirnya akan memberdayakan ekonomi lokal. Dengan kesiapan menyediakan katoda tembaga untuk industri EBT pada akhir 2024, PTFI berupaya menunjukkan bagaimana sektor pertambangan dapat berperan positif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Tony.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: menit24.com
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025