Lebih lanjut, Akbar menjelaskan Hipmi sudah bergerak dengan memperbesar pasar berbagai komoditas pertanian seperti kopi, jagung dan rumput laut yang disiapkan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Baca Juga: Penjarahan TBS Sawit Marak, Bupati Kotim Ajak GAPKI Duduk Bareng
"Hipmi terus berkolaborasi dengan gubernur dan bupati di seluruh daerah. Sejauh ini ada tiga provinsi sehingga kita bisa benar-benar mengeksplorasi daerah dan langsung bersentuhan dengan petani," tutur Akbar
Dia memberi contoh seperti di Cianjur yang difokuskan pada komoditas gula aren dan di Maluku yang bergerak pada komoditas pala cengkeh.
Di samping itu, Hipmi juga mendorong perbankan untuk memfasilitasi anak muda yang mau mengembangkan usaha tani melalui peminjaman modal usaha Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga ke depan pertanian tumbuh secara cemerlang dan gemilang.
Baca Juga: Sebar Hoaks Le Minerale Terafiliasi Israel, Husin Alwi Shihab Terancam Dipidanakan
"Harus ada peran perbankan entah itu BNI BRI ataupun Bank mandiri yang secara khusus khusus menangani petani. Saat ini kita punya kajian bahwa yang namanya satu lumbung pangan besar negara itu tidak bisa dengan sekejap mata. Semua perlu waktu dan proses," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa yang dibutuhkan petani saat ini adalah ruang keuntungan yang jauh lebih besar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025