Menurut Suryandi, Indonesia masih mengimpor barang petrokimia.
Oleh karena itu, Chandra Asri berencana mengoptimalkan kapasitas produksinya.
Sedangkan untuk pendapatan tahun ini, kemungkinan besar perseroan akan mencatatkan pendapatan serupa dengan yang tercatat pada tahun 2023.
Chandra Asri Group kini mencari industri infrastruktur untuk memperkuat kinerjanya.
Berbeda dengan sektor infrastruktur yang lebih stabil, industri petrokimia cenderung berfluktuasi karena dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara