Lebih lanjut, kesiapan transisi energi di Indonesia masih jauh dari kemerataan antarwilayah.
Wilayah Barat, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jogjakarta, menunjukkan tingkat kesiapan yang tinggi, sementara wilayah Timur dan provinsi-provinsi di luar Jawa menghadapi tantangan ekonomi, kapasitas pemerintahan, dan kurangnya inisiatif energi bersih.
Baca Juga: Lebih dari 4.400 Jemaah Lunasi Biaya Haji 2024 dalam Empat Hari Pelunasan Pertama
Indeks Kesiapan Transisi Energi Indonesia menunjukkan bahwa 90 persen provinsi di Indonesia belum memiliki kesiapan yang memadai, dengan 70 persen di antaranya berstatus sedang dan 20 persen berstatus rendah.
Belum meratanya fasilitas pendukung dan ketrampilan terkait energi terbarukan menjadi hambatan, terutama ketrampilan operator dan instalasi energi seperti mikro-hidro dan tenaga surya.
Baca Juga: Lebih dari 4.400 Jemaah Lunasi Biaya Haji 2024 dalam Empat Hari Pelunasan Pertama
Pentingnya upaya pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung kesiapan transisi energi terlihat dari perlunya peningkatan jumlah sekolah ketrampilan, sekolah vokasi, dan perguruan tinggi yang dapat mempersiapkan keahlian masyarakat dalam menghadapi transisi energi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jambione.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara