SAWITKU-Merebaknya Isu akan mundurnya 15 Menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi perhatian serius investor.
Bahkan, bagi kalangan investor, kabar mundurnya . Sri Mulyani lebih mengerikan dibandingkan isu Presiden Jokowi akan melakukan kampanye untuk kepentingan Prabowo Gibran.
Pasar keuangan ditandai dengan pelemahan rupiah.Pekan lalu, Rupiah diperdagangkan pada level tertinggi Rp 15.600 dan terendah Rp 15.845 per dolar AS sepanjang minggu lalu, berakhir Jumat 26 Januari 2024.
Baca Juga: Pemprov Riau Akan Evaluasi Korporasi Sawit Berkonflik
Chief Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian mengatakan, pengaruh pelemahan rupiah 60 persen dipengaruhi oleh isu internal dan sisanya 40 persen eksternal.
Namun demikian, Fakhrul memastikan, pernyataan Presiden Joko Widodo yang menuturkan perihal Presiden dan pejabat boleh berkampanye nyaris tidak memberikan dampak besar kepada pasar keuangan.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menegaskan kalau dirinya selaku kepala negara boleh berkampanye dan berpihak dalam Pemilihan Umum 2024.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & Dirut BEI: Penyebab, Dampak ke Pasar Modal, dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Strategi Hedge Fund Global
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara