"Saya bersikap menghormati kewenangan penyidik, dan sebagai Warga Negara Indonesia dipastikan akan selalu kooperatif melaksanakan kewajiban pada proses penegakan hukum tersebut," ucap Firli.
Menurut Firli, sampai dengan saat ini kurang lebih sekitar 20 pegawai KPK sudah dipanggil oleh penyidik PMJ dan telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen KPK, dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Firli mengakui, dua kediamannya yang berlokasi di Villa Galaxy Bekasi telah dilakukan penggeledahan oleh Polda Metro Jaya pada 26 Oktober 2023. Ia menyebut, tidak ada barang bukti yang disita dari rumah di Bekasi.
Sementara di rumah sewa yang berlokasi di Kertanegara 46, Jakarta Selatan terdapat tiga barang
yang disita berupa kunci dan gembok gerbang, dompet warna hitam serta kunci mobil keyless.
Firli pun mengklaim, dirinya akan selalu kooperatif untuk kebutuhan penegakan hukum, dan berharap ini bisa diselesaikan
dengan baik.
"Saya Firli Bahuri menyatakan bahwa tidak pernah ada kegiatan memeras, gratifikasi dan suap. Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah Firli Bahuri, tidak ditemukan benda sitaan terkait
penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian RI pada tahun 2020-2023," pungkas Firli.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi BBM Pertamina Senilai Rp 285 Triliun
Ahok Bongkar Korupsi Pertamina: Periksa Erick Thohir dan Jokowi untuk Tuntas
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media
Ahok Desak Jaksa Periksa Erick Thohir & Jokowi Soal Korupsi Minyak Mentah Pertamina