Baca Juga: RPJPD Sumut 2025-2045 Angkat Tema Sumatera Utara Unggul, Maju, Berkelanjutan
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa temuan transaksi mencurigakan muncul setelah mendapatkan laporan terkait transaksi yang diduga terkait dengan tindak pidana tertentu.
Contohnya, orang yang terindikasi korupsi melakukan transaksi dengan jumlah mencurigakan.
Laporan transaksi mencurigakan terfokus pada 100 DCT terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp51.475.886.106.483.
Baca Juga: Kemendagri Dorong Pembangunan Flyover di Kabupaten Lebak Guna Urai Kemacetan
Selain itu, PPATK menemukan bahwa ada 100 caleg yang melakukan setoran dana di atas Rp500 juta dengan total nilai mencapai Rp21,7 triliun, sementara 100 caleg lainnya melakukan penarikan uang sekitar Rp34 triliun.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: porosjakarta.com
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Markas Judi Online Kamboja di Palembang, 2 Pelaku Diamankan
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta