"Maaf saja, NU dan Muhammadiyah sudah beda jauh," lanjutnya, sambil menambahkan bahwa ada beberapa ritual beribadah NU yang sampai dicap musyrik oleh Muhammadiyah dan Wahabi.
Misalnya saja ritual ziarah kubur, yang menurutnya dilakukan NU tetapi tidak oleh Muhammadiyah dan Wahabi. Namun faktanya NU dan Muhammadiyah kini hidup berdampingan di Indonesia.
"Kita harus membuka peluang. Perbedaan itu akan terjadi dan kita nggak perlu merasa yang paling benar," tutur Habib Kribo.
Habib Kribo lantas mencontohkan isu lain, seperti aliran Sunni dan Syiah di negara-negara Arab. "Ini persepsi manusia yang relatif. Isu relatif aja bisa saling bunuh, bukan mustahil akan dibawa kemari," jelasnya.
Karena itulah Habib Kribo menilai masalah agama yang tak kunjung usai di Tanah Air sejatinya sudah didesain oleh pihak tertentu, termasuk perkara dugaan penistaan agama Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun.
"Enggak boleh bawa ranah keimanan ke hukum. Kalau tentang penistaan agama dia dihukum, saya nggak setuju," tegas Habib Kribo.
"Fatwa Majelis Ulama Indonesia itu nggak mutlak. Justru saya dari awal undang-undang penista agama harus dihapus, kalau nggak apa? Gonjang-ganjing isu agama," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak Ngojek, Dedi Mulyadi Syok
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus Korban Tuduhan Spons
Hotman Paris Siap Bantu Kasus Es Gabus Suderajat, Perempuan Ini Diduga Pemicu Viral