"Saya nasehatin kamu, saya dari pagi," jawab petugas keamanan.
Pengendara bentor yang merupakan perekam video itu juga tidak terima saat petugas keamanan mendorongnya.
"Bapak kenapa ngomongnya kasar gitu? Bapak jangan dorong-dorong saya, biar orang tahu saya gak boleh pasang bendera di sini," kata pengendara itu.
"Saya gak terima kamu rekam saya! Hak kamu apa rekam-rekam saya? Saya sudah ngomong baik-baik dari pagi, masa kamu masih nyolot dan gak mau dengerin omongan orang?" jawab petugas keamanan itu.
Perekam dan pengendara bentor bernama Tentara Juantoro (28) itu mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/11/2023) sore. Tentara diketahui sebagai kurir yang biasa mengantar paket ke Apartemen Springlake, Summarecon Bekasi.
"Saya lagi nganter paket, terus biasa saya masuk ke dalam, saya lagi anter paket. Selesai antar (paket) saya keluar mau ke bentor saya. Terus tiba-tiba saya lihat bendera (Palestina) enggak ada," jelas Tentara.
Setelah itu, Tentara dihampiri oleh petugas keamanan. "Dia bilang, 'Bang, ini benderanya saya copot ya, saya taruh di dalam jok', gitu," ceritanya.
Tentara pun menanyakan maksud pencopotan bendera. Petugas keamanan itu berdalih bahwa ada salah satu penghuni apartemen yang tidak suka melihat bendera Palestina.
"Terus saya nanya, 'lho emang kenapa? Kan ini bukan bendera partai. Kenapa harus dicopot?" tanya Tentara.
"Gak bisa Bang, harus dicopot dulu," kata Tentara menirukan jawaban petugas keamanan tersebut.
Sumber: idntimes
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap