“Kami memang membuat acara hiburan dengan maskud agar anak-anak tidak takut nanti ketika akan disunat oleh dokter,” imbuh Heza yang juga aktif di Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta.
Sejumlah undangan yang hadir pun memberikan acungan jempol pada besutan Baksos perdana Heza dan teman-teman. Danramil Duren Sawit, Kapten Hadi Sasmuni menegaskan kegiatan FKPPI ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menginginkan anak-anaknya di khitan namun terkendala biaya. Lurah Pondok Kelapa, Rasikin dan Ketua FKDM Duren Sawit, Daruko juga memberi apresiasi kepada Heza.
“Mudah-mudahan kegiatan yang sangat mulia ini bisa diteruskan dilanjutkan di masa depan,” harapnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Timur, Dr Huntal Napoleon, SpBPRE Subsp LBL (K) FIHFAA FRSPH mengakatan pihaknya mengerahkan 40 tenaga medis dalam khitanan massal FKPPI. 30 orang dokter ahli dan selebihnya mahasiswa kedokteran tingkat akhir dari berbagai universitas di Jakarta.
“Kami selalu siap membantu kegiatan sosial berupa khitanan massal, pengobatan massal, dan bencana,” terang dokter yang berpraktek di RS Polri Kramat Jati ini.
Turut hadir pada Baksos FKPPI ini Ketua Yayasan Wakaf Baitussalam, H. Amir Jusri Halim, jajaran seluruh pengurus Rayon 090507 Keluarga Besar FKPPI Duren Sawit Dewan Penasehat, Ketua FKPPI Matraman, Ketua FKPPI Cakung, Ketua FKPPI Makasar, Ketua FKPPI Jatinegara.
Hadir juga Danramil Duren Sawit, Kapten Hadi Sasmuni, Perwakilan Polsek Duren Sawit, Lurah Pondok Kelapa, Rasikin, dan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Duren Sawit, Daruko, Ketua RW 10 Pondok Kelapa, Virino Pratama, LMK dan Ketua RW 10, Heru.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jakarta.hallo.id
Artikel Terkait
Suderajat Ungkap Penganiayaan Preman Sebelum Viral: Kronologi Lengkap Kasus Penjual Es
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Motor Pemberian Kapolres ke Penjual Es Kue Viral Dipakai Anak Ngojek, Dedi Mulyadi Syok