Di samping dijadikan sebagai jaminan untuk berhutang atau mendapatkan pinjaman secara instan, KJP juga dinilai tidak tepat sasaran.
Bantuan biaya pendidikan yang seharusnya memberi akses bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi terbatas, justru diterima oleh kalangan masyarakat kelas atas.
Kekhawatiran warga Jakarta penerima manfaat juga bertambah, ketika sejumlah partai di parlemen mulai mengusulkan peninjauan ulang terkait kebijakan KJP Plus.
Baca Juga: Cek kjp.jakarta.go.id Penerima KJP Plus Tahun 2024 Sudah Ditetapkan, Ketahui Nominalnya
Selain karena beberapa anggapan seperti penyalahgunaan, umpan balik atau feedback dari penerima program juga dijadikan pertimbangan.
Prestasi akademis dan moralitas sebagian siswa atau penerima manfaat KJP Plus, bukan saja meningkat dan lebih positif tetapi justru sebaliknya.
Hal tersebut diperparah setelah beberapa pelaku tawuran pelajar dan kenakalan yang dekat dengan tindak kriminal, justru dilakukan penerima manfaat KJP Plus.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com
Artikel Terkait
Penjual Es Gabus Sudrajat Dapat Hadiah Umroh dari Aishar Khaled, Kisah Haru yang Viral
Suderajat Ungkap Penganiayaan Preman Sebelum Viral: Kronologi Lengkap Kasus Penjual Es
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Pelukan Bukan Pengganti Keadilan
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman