Ia mencatat ada 54 kepala keluarga dievakuasi ke gedung sekolah karena khawatir terjadi longsor susulan.
Baca Juga: Seorang Pekerja Bangunan di Bojonggede Tewas Tertimpa Tembok saat Bekarja
Apalagi berdasarkan prediksi BMKG dan hasil pantauan di lapangan akan terjadi longsor susulan, sehingga ia meminta kepada warga untuk tidak kembali ke rumah dalam waktu dekat ini.
"Kami sudah berikan stok makanan di lokasi pengungsian. Tim kesehatan, dinas sosial juga dari BPBD ada di lokasi," kata dia.
Sementara di titik kedua beruntung tidak ada permukiman. Akan tetapi, ia khawatir area persawahan milik warga berada di bawah tebing gunung terkena material longsor, dan itu dapat menganggu aktivitas roda perekonomian jika tidak cepat diatasi.
Baca Juga: Gegara Kehilangan Kendali Truk Pasir Seret Pengendara Motor di Leuwisadeng
Sedangkan titik ketiga, material longsor menutup akses jalan warga, namun sedang ditangani dinas PUTR.
"Di titik itu juga ada empat tiang listrik tumbang sehingga lampu penerangan terputus. Tapi dari pihak PLN sedang perbaiki agar listrik bisa kembali normal," ujar Benni.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap