Baca Juga: Kalbar Food Festival 2024, Bakal Pecahkan MURI Sotong Pangkong
Tema tersebut menurutnya juga mengingatkan akan nilai-nilai universal setiap ajaran agama, yakni agar saling mengasihi antara umat yang satu dengan yang lainnya.
“Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk saling menyakiti, menghina satu sama lain. Perayaan Natal bersama tahun ini semoga dapat menguatkan, dan mempererat jalinan persaudaraan yang telah terpelihara serta dapat menjadi wadah dalam memelihara, dan mewujudkan nilai-nilai kebersamaan dari seluruh komponen umat kristiani yang beragam,” ungkapnya.
Saling menyayangi dan saling mengasihi lanjut dia, menjadi ajaran utama setiap penganut agama. Sekaligus juga sebagai filosofi serta solusi, dalam merekatkan hubungan antar umat beragama.
“Jadikan nilai kasih sebagai wujud nyata perilaku setiap manusia, baik dalam hubungan dengan Tuhannya, dengan sesama umat manusia, maupun dengan lingkungannya,” pesannya.
Baca Juga: Penyebab Kecelakaan Kereta di Cicalengka Masih Diselidik
Harisson pun merasa bersyukur atas terlaksananya perayaan Natal yang berjalan khidmat, aman, tentram, dan damai. Umat kristiani dapat merayakan ibadah dengan tenang di gereja-gereja bersama keluarga.
Ia berharap suasana aman, tentram, dan damai dalam perayaan Natal ini, bisa semakin memperkuat kepercayaan tentang Kalbar yang kuat, bersatu, rukun, dan damai.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pontianakpost.jawapos.com
Artikel Terkait
Riza Chalid: Profil, Kasus Korupsi Pertamina, dan Status Buronan Interpol
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi: Penyebab, Investigasi, dan Fakta SUV Bensin Turbo
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026