Ia menjelaskan tahun 2023 untuk jenis kopi robusta dari hasil panen petani, sekitar 55 persen diserap oleh beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Barat.
Terutama Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Garut.
Baca Juga: Dinsos Larang Baliah yang Sempat Viral di Medsos Mengemis Lagi
Kemudian 15 persen lainnya dipasarkan di luar Provinsi Jawa Barat dan sisa 30 persen diserap oleh konsumen di Kabupaten Kuningan.
Wahyu mengaku, kualitas kopi di wilayahnya, khususnya jenis robusta, memiliki kualitas yang baik yang layak diekspor ke luar negeri.
“Kopi robusta asli Kuningan memiliki kualitas yang baik (fine robusta/spesialty) yang diminati pasar global dan beberapa petani kopi robusta pernah menjadi supplier exportir ke negara Amerika dan Turki di tahun 2021 dan 2022,” tutup dia.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metropolitan.id
Artikel Terkait
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Terbukti Aniaya Penjual Es Gabus
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, Diperiksa 4 Februari 2026
Puslabfor Polri Ungkap Fakta Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap