NARASIBARU.COM, HAITI - Pada Jumat, 19 Januari 2024, enam Biarawati Katolik Roma menjadi korban serangan geng bersenjata di Port-au-Prince. Mereka diculik bersama dengan seorang wanita dan supir bus dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.
Daerah penculikan ini dikuasai oleh geng Grande Ravine de Village de Dieu, meskipun belum diketahui secara pasti identitas gerombolan yang terlibat.
Presiden Konferensi Religius Haiti, Morachel Bonhomme, mengajak masyarakat dan pemerintah untuk berdoa agar korban selamat.
Baca Juga: Gubernur DKI tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat, Keputusan Terkini Presiden Jokowi
Biarawati gereja Santa Anne diharapkan dapat menemukan jalan keluar dari situasi yang mengerikan ini.
Bonhomme menyatakan kekhawatirannya terhadap meningkatnya tingkat penculikan, menyebabkan ketakutan di kalangan mereka yang berbakti di Haiti.
Artikel Terkait
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum Penahanan 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons
Penjual Es Gabus Sudrajat Dapat Hadiah Umroh dari Aishar Khaled, Kisah Haru yang Viral
Suderajat Ungkap Penganiayaan Preman Sebelum Viral: Kronologi Lengkap Kasus Penjual Es