Baca Juga: Survei LSI: Prabowo-Gibran Unggul di Sumbar dengan 49,8%, Anies-Imin 42,1%, Ganjar-Mahfud 4,3%
"Jika kampanye hanya berisi janji tanpa penjelasan konsekuensinya, itu adalah penyesatan. Prabowo-Gibran mengajak kita untuk menghitung konsekuensi dan risiko, sehingga kita harus bersiap untuk itu," tambahnya.
Lebih lanjut, Budiman menegaskan bahwa pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Maju ingin menciptakan kampanye sebagai forum edukasi politik, bukan hanya sebagai pertunjukan hiburan.
"Kami tidak membuat kampanye yang sekadar menghibur, tetapi kampanye yang bersifat edukatif dan mendidik," tegas Budiman.
Baca Juga: Erick Thohir: Dukungan Strategisnya ke Prabowo-Gibran, Kunci Sukses Pilpres 2024
Debat cawapres yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum pada Minggu (21/1) masih menjadi perbincangan publik.
Gibran Rakabumin Raka menciptakan istilah Greenflation dalam sesi tanya jawab, yang kemudian direspons oleh Mahfud MD.
Mahfud MD menilai Gibran menciptakan keterkaitan yang tidak ada dan akhirnya enggan menjawab pertanyaan tersebut, mengembalikan waktu kepada moderator.[pro/**]
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: porosjakarta.com
Artikel Terkait
Tukang Es Gabus Viral Bohongi Dedi Mulyadi: Fakta Rumah Sendiri Terungkap
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum Penahanan 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons
Penjual Es Gabus Sudrajat Dapat Hadiah Umroh dari Aishar Khaled, Kisah Haru yang Viral