Situasi keamanan khususnya di Port Moresby yang merupakan Ibu Kota PNG sudah lebih kondusif dan terkendali. Pemerintah Papua Nugini sejak Kamis (11/01) malam menerapkan keadaan darurat selama 14 hari untuk Port Moresby.
Saat ini para WNI, khususnya pekerja migran, tinggal di kediaman masing-masing, termasuk di mes perusahaan dan dalam keadaan aman serta selalu dimonitor oleh KBRI.
"Memang benar untuk memastikan keberadaan dan keamanan Kedubes RI selalu memonitor," kata Dubes Andriana lagi.
Pihaknya sementara masih menunggu berapa jumlah WNI serta bagaimana kebijakan perusahaan setelah kerusuhan tersebut.
Baca Juga: Membangun Tata Krama Sejak Dini
"Selain itu juga memonitor dampak bagi pekerja migran yang tempat kerjanya di jarah dan dibakar," jelas Dubes Andriana. (*)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: thepapuajournal.com
Artikel Terkait
Mulai 1 Februari 2025, Elpiji 3 kg Tak Lagi Dijual di Pengecer
Peringatan BMKG: Gempa Megathrust Mentawai-Siberut Tinggal Menunggu Waktu, Bisa Capai M 8.9
Prihatin Soal Konflik PKB vs PBNU, Komunitas Ulama dan Nahdliyin Keluarkan 9 Rekomendasi
Cabut Pasal Penyediaan Alat Kontrasepsi, DPR: Jangan Buka Ruang Generasi Muda untuk Berzina!