"Kami laporkan, pada otot leher tidak ditemukan adanya resapan darah. Lalu, pada batang tenggorok berisi lendir dan busa halus berwarna putih kemerahan," papar dr Yoga.
Dia melanjutkan, "Kami temukan pada organ dalam yaitu kedua paru ditemukan pembengkakan paru, dan seluruh organ dalam ditemukan pelebaran pembuluh darah dan bintik-bintik perdarahan."
Dari pemeriksaan tersebut, kata dr Yoga, seluruh organ diambil sampel jaringannya baik itu untuk dilakukan pemeriksaan toksikologi maupun histopatologi.
Pemeriksaan awal toksikologi di RSCM dilakukan pemeriksaan penyaring napza dan alkohol menggunakan sampel urin dan didapat hasil negatif.
Kemudian dari hasil histopatologi, dikonfirmasi bahwa luka bibir bagian dalam, hasilnya terdapat gambaran perdarahan pada luka tersebut yang sesuai dengan tanda intravitalitas luka.
"Artinya luka terjadi pada saat almarhum masih hidup," kata dr Yoga.
Kemudian, ditemukan gambaran kekurangan oksigen, baik itu pada jaringan jantung, adanya jejas kekurangan oksigen akut.
Pada paru ditemukan gambaran perbendungan disertai pembengkakan. di organ-organ dalam lainnya, ditemukan gambaran pelebaran pembuluh darah dan ekstravasasi sel darah merah atau keluarnya sel dari pembuluh darah.
Kesimpulan Hasil Autopsi Arya Daru
"Dapat kami simpulkan, dari hasil pemeriksaan forensik, pada pemeriksaan mayat laki-laki 39 tahun dengan golongan darah O, ditemukan adanya luka terbuka dangkal pada bibir bagian dalam, luka-luka lecet pada wajah dan leher, serta memar pada wajah, bibir bagian dalam, dan anggota gerak atas kanan akibat kekerasan tumpul," ujar dr Yoga.
Selanjutnya, ditemukan darah berwarna lebih gelap dan encer, lendir serta busa halus pada batang tenggorok, adanya sembab paru, tanda-tanda perbendungan pada seluruh organ dalam, dan tidak ditemukan penyakit pada organ dalam almarhum.
Kesimpulan pada pemeriksaan lab toksikologi dan histologi, yaitu dari pemeriksaan lab toksikologi tidak ditemukannya zat yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran oksigen, tidak ditemukan adanya penyakit atau zat yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran oksigen pada organ atau jaringan tubuh almarhum.
"Maka sebab mati almarhum akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas," ungkap dr Yoga
Sumber: inews
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup