NARASIBARU.COM - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kecenderungan publik yang lebih mudah mengingat kesalahan dibandingkan kebaikan, saat menyampaikan pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan capaian program makan bergizi gratis yang telah berjalan selama tujuh bulan, yang menurutnya memerlukan kerja keras dan koordinasi lintas sektor.
Ia membandingkan pencapaian Indonesia dengan Brasil, yang butuh waktu lebih dari satu dekade untuk melaksanakan program serupa.
“Dalam tujuh bulan kita berhasil mencapai apa yang negara-negara lain butuh belasan tahun. Saya telah jumpa dengan Presiden Brasil dan mantan presiden Brasil, Brasil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta makan bergizi gratis setiap hari,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini hanya mungkin dicapai karena adanya kerja sama, komitmen, dan gotong royong seluruh pihak. Namun, ia menyayangkan budaya apresiasi yang masih kurang di masyarakat.
“Kita kadang-kadang kalau yang berbuat baik kita lupa ucapkan terima kasih, kalau yang berbuat salah kita tidak akan lupa-lupa, terus diingat,” ujarnya.
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional dan seluruh jajaran yang telah bekerja maksimal, serta pihak-pihak yang terlibat dalam menjalankan program makan bergizi gratis, termasuk TNI, Polri, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, berbagai organisasi masyarakat, koperasi, hingga yayasan.
“Saya juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya makan bergizi gratis,” tutur Prabowo.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung dan Tuntut Ganti Rugi Miliaran
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Pelajaran untuk Bangsa
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Agenda & Dampak Geopolitik
Kontroversi Garansi Allah BGN: Target Nol Keracunan Makan Bergizi Gratis 2026 Mungkinkah?