Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago merespons dinamika yang terjadi belakangan ini, imbas aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto saat ini berada pada titik krusial dalam kepemimpinannya.
“Gelombang kritik publik terhadap kabinet dan kebijakan pemerintah menunjukkan adanya jarak yang semakin lebar antara elite politik dengan denyut nadi rakyat. Demi menjaga stabilitas politik dan keutuhan negara, langkah tegas, berani, dan terukur harus segera diambil,” kata Pangi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Ia menerangkan, salah satu langkah strategis untuk memulihkan kembali animo trust building rakyat, yakni Prabowo diminta hentikan pola mengasuh menteri warisan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Sudah waktunya Presiden Prabowo menghentikan pola ‘mengasuh’ orang-orang warisan Jokowi. Menteri yang berpolemik, tidak berpihak dan tidak berempati sedikit pun kepada rakyat, dan gagal menunjukkan keberpihakan kebijakan, harus dicopot. Kabinet yang berisi figur lemah hanya akan menjadi beban, bukan motor penggerak visi besar Presiden,” katanya menekankan.
Lebih lanjut, Pangi juga meminta Prabowo untuk menghentikan semua kebijakan yang menyusahkan rakyat. Ia menegaskan, kebijakan yang membebani rakyat harus segera dievaluasi dan dihentikan.
“Termasuk rencana maupun regulasi yang tidak realistis dan justru menambah penderitaan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit,” ujar Pangi.
Pangi juga menambahkan, perlu adanya reformasi total DPR dan etika politik. Ia menyebut partai politik harus memecat anggota DPR yang tidak sensitif, apalagi berjoget-joget di tengah penderitaan rakyat.
“Gestur seperti ini menciptakan luka kolektif, mencederai martabat lembaga legislatif, serta memperburuk citra politik di mata rakyat, memantik kekacauan, instabilitas politik (disorder) per hari ini,” bebernya.
Begitupun dengan reformasi total Polri. Pangi menekankan institusi Polri selama ini dipersepsikan publik terlatih represif, memanipulasi kasus, lebih menjadi pelindung pejabat daripada pelindung rakyat.
“Reformasi Polri menjadi keniscayaan. Bila situasi makin memburuk 2X24 jam ke depan, bisa komplikasi dan Presiden Prabowo ikut terseret jauh lebih dalam gelombang kemarahan rakyat yang ibarat bola salju. Jika situasi makin memburuk, skala kerusuhan semakin membesar, situasi makin tak terkendali, tangga makin meninggi, makin banyak aparat dan rakyat jadi korban karena benturan,” tutur Pangi.
Sumber: inilah
Foto: Presiden Prabowo Subianto/Net
Artikel Terkait
Uya Kuya Diduga Kabur ke Luar Negeri Usai Rumahnya Dijarah
Ahmad Sahroni Murka! Dua Rumah Dijarah Massa, Siap Tempuh Jalur Hukum
Mahasiswa Yogya Meninggal Dunia Saat Demo, Netizen Kembali Berduka di X
Situasi Makin Genting, Habib Rizieq Minta Umat Tunggu Komando Ulama: Siap Turun?