Minyak Jelantah Pertamina: Solusi Indonesia Tekan Impor Solar & Wujudkan Ketahanan Energi

- Senin, 05 Januari 2026 | 19:25 WIB
Minyak Jelantah Pertamina: Solusi Indonesia Tekan Impor Solar & Wujudkan Ketahanan Energi

  • Mengurangi Ketergantungan Impor: Menekan volume impor solar dan menghemat devisa negara.

  • Meringankan Beban APBN: Mengurangi subsidi solar, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan lebih luas.

  • Mendukung Lingkungan: Mengurangi polusi CO2 dan limbah rumah tangga, sekaligus menambah portofolio Pertamina dalam pencapaian Net Zero Emission (NZE).

  • Ketahanan Geopolitik: Membuat Indonesia lebih tahan terhadap gejolak dan instabilitas rantai pasok energi global yang dipicu oleh permainan petrodollar.

Pertamina Memiliki Jaringan dan Kapabilitas yang Kuat

Pertamina adalah organisasi dengan struktur terluas di Indonesia, memiliki SPBU hingga ke kecamatan dan agen LPG hingga ke kampung. Didukung SDM yang besar, Pertamina diyakini mampu menjalankan program minyak jelantah secara optimal dan merata.

Potensi Besar: 4 Juta Ton untuk Stop Impor Solar

Potensi pengumpulan minyak jelantah di Indonesia mencapai 4 juta ton per tahun. Angka ini sangat signifikan karena berpotensi menghentikan impor solar seluruhnya. Bahan bakar dari minyak jelantah juga dikenal lebih ramah lingkungan.

Dengan program ini, Indonesia tidak lagi hanya bersikap reaktif menghadapi petrodollar. Minyak jelantah adalah strategi offensive yang inklusif, mengangkat slogan "Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat" di sektor energi. Indonesia bisa melangkah tegap menjaga stabilitas energinya sendiri.

Cadangan Nilai Tambah: Pasar Batu Akik

Selain minyak jelantah, Indonesia masih memiliki cadangan "kekuatan" lain untuk stabilitas pasar keuangan domestik, yaitu pasar batu akik. Transaksi di industri batu akik Indonesia diperkirakan mencapai Rp 50-100 triliun. Inovasi instrumen keuangan seperti "Batu Akik Bond" atau "Bacan Bond" berpotensi menggerakkan likuiditas dalam negeri.

Kesimpulannya, melalui program minyak jelantah dan pemanfaatan potensi domestik lainnya, Indonesia membangun ketahanan energi yang tangguh dan mandiri, siap menghadapi dinamika geopolitik energi global.


Halaman:

Komentar