Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026: Arti, Komitmen, dan Tema Presidency for All

- Kamis, 08 Januari 2026 | 21:50 WIB
Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026: Arti, Komitmen, dan Tema Presidency for All

Indonesia Resmi Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB untuk Tahun 2026

Jenewa – Indonesia mencapai prestasi diplomatik penting dengan terpilih secara resmi sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Human Rights Council/HRC) untuk periode tahun 2026. Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, ditunjuk untuk memimpin sebagai Presiden ke-20 lembaga multilateral bergengsi ini.

Komitmen Indonesia pada Multilateralisme dan HAM Universal

Dalam pidatonya pada Organizational Meeting of the Human Rights Council, Sidharto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Ia menegaskan kembali komitmen kuat Jakarta terhadap multilateralisme dan perlindungan hak asasi manusia yang universal.

"Indonesia telah menjadi pendukung kuat Dewan HAM sejak awal pembentukannya. Kami secara konsisten berupaya bertindak konstruktif dan menjadi jembatan di tengah perbedaan pandangan," tegas Sidharto.

Dasar Konstitusional dan Dukungan Kepemimpinan Nasional

Keputusan Indonesia untuk maju sebagai Presiden berakar pada mandat konstitusional UUD 1945, yang sejalan dengan tujuan Piagam PBB. Mandat ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Umum PBB ke-80, yang menyerukan tatanan multilateral yang inklusif.


Halaman:

Komentar