Muhajir menjelaskan alasan pelaporan masing-masing akun. Akun @AGRI FANANI dilaporkan karena menampilkan video berjudul "Anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI". Sementara itu, akun @Bang bOy YTN membuat konten berjudul "Kebongkar siasat buruk SBY di balik somasi ke ketua YouTuber Nusantara, ternyata u/ tangkis aib ini".
Akun @KajianOnline dipersoalkan atas konten berjudul "SBY resmi jadi tersangka baru fitnah ijazah SBY langsung pingsan sampai dilarikan ke rumah sakit". Adapun akun TikTok @sudirowibudhiusmp dilaporkan karena menuding SBY terlibat dalam isu ijazah Jokowi melalui pionnya, yang disebutkan adalah Roy Suryo.
Laporan Didahului Somasi yang Diabaikan
Politisi Partai Demokrat, Andi Arif, menyatakan bahwa laporan polisi ini dilakukan setelah somasi yang dilayangkan partai tidak diindahkan oleh pemilik akun. "Karena somasi tidak diindahkan, maka empat akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi. Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun," tulis Andi Arif di akun X-nya.
Sebelumnya, Partai Demokrat telah melayangkan somasi kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang (pemilik akun TikTok) dan tiga akun lainnya: Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online. Somasi terkait tuduhan bahwa SBY berada di balik isu ijazah Jokowi.
Dalam somasi yang diteken enam advokat dari BHPP Partai Demokrat, disebutkan bahwa salah satu unggahan Budhius yang menyatakan "SBY harus memutar otak tidak bisa bermain bersih" dan menyinggung penggunaan isu ijazah untuk menjatuhkan lawan politik, telah merusak citra Partai Demokrat dan SBY.
Partai Demokrat meminta klarifikasi dan permohonan maaf dalam waktu 3x24 jam setelah somasi diterima, namun permintaan ini tidak dipenuhi, sehingga berujung pada pelaporan ke pihak berwajib.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak dan Kekhawatiran Indonesia
Video Call Parera 11 Menit Viral: Fakta, Modus, dan Bahaya Penyebaran Ilegal
Panduan Lengkap Pengiriman Laut China ke UAE: Dokumen, Bea Cukai & Tips 2024
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Beri Peringatan Keras: Analisis Ketegangan AS-Iran 2024