Janji Kampanye vs Realita: Dokumen Epstein Masih Terkunci
Insiden ini terjadi di tengah desakan publik untuk membuka dokumen kasus Epstein. Saat kampanye 2024, Trump berjanji akan merilis semua dokumen terkait jika terpilih. Namun, realitanya berbeda. Kementerian Kehakiman AS baru merilis kurang dari 1% dari total dokumen, dengan alasan "melindungi privasi korban".
Politikus dari Partai Demokrat, seperti Senator Chuck Schumer, menuduh adanya kebohongan publik dan "pengungkapan selektif". Saat ini, sekitar 5,2 juta halaman dokumen lainnya masih dalam proses penyuntingan oleh 400 pengacara Kementerian Kehakiman.
Dampak dan Implikasi Bagi Demokrasi AS
Insiden jari tengah ini bukan sekadar kontroversi personal. Peristiwa ini menyoroti pengikisan ruang dialog rasional dalam demokrasi AS. Ketika kritik dibungkam dan debat publik direduksi menjadi gerakan vulgar, isu mendasar seperti penyalahgunaan kekuasaan dan keadilan dalam kasus Epstein justru tenggelam dalam jutaan halaman arsip yang belum terbuka.
Sementara itu, Ford Motor Company dikabarkan melakukan penyelidikan internal dan menangguhkan pekerja yang meneriaki Trump, meski menyatakan bangga dengan kinerja perwakilan karyawannya.
Artikel Terkait
Arab Saudi Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Krisis Minyak & Hancurkan Ekonomi Global
Tas Darurat 7 Hari: 8 Perlengkapan Wajib untuk Antisipasi Krisis
Kasus Child Grooming di TikTok: Gadis 13 Tahun di Bogor Dibawa Kabur Pria Dewasa
Viral Video Kontainer iPhone di Laut Utara Jawa: Hoax AI atau Fakta?