Warganet juga menyoroti bahwa mengaitkan musibah dengan stigma politik terhadap suatu daerah merupakan bentuk generalisasi yang berbahaya. Tindakan seperti ini dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan menimbulkan kesan menyalahkan korban bencana.
Seruan untuk Lebih Hati-hati
Meski ada sebagian kecil yang mencoba memandangnya sebagai pendapat pribadi yang subjektif, respons dominan dari netizen adalah kritik. Muncul seruan luas agar para tokoh agama dan publik figur lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti bencana, keyakinan, dan identitas kedaerahan.
Publik menekankan pentingnya menyampaikan empati dan solidaritas kepada korban bencana, alih-alih menyebarkan narasi yang dapat menimbulkan perpecahan. Hingga saat ini, perbincangan mengenai pernyataan kontroversial ini masih terus berlanjut dan menjadi topik hangat di media sosial.
Artikel Terkait
Viral! Penumpang Masturbasi di Bus TransJakarta Koridor 1A Ditangkap Polisi
Ressa Gugat Denada Rp 7 Miliar: Klaim Anak Kandung, Pintu Hanya Dibuka 15 cm, dan Bantahan Penelantaran
Foto Satelit AS ke Malaysia Picu Kekhawatiran: Jangan-jangan Jadi Target Seperti Venezuela
Fakta Kasus Denada & Ressa: Teuku Ryan Diduga Ayah Biologis?